ANALISIS PERANAN PEDAGANG SAYUR WANITA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA
Abstrak
Hermayani Hasibuan, analisis peranan pedagangsayur wanita dalam meningkatkan pendapatan keluarga (studi kasus
: pasar pemerintah dan pasar tradisional sukaramai, Kecamatan Medan Area, Sumatera Utara). Dibawah bimbingan Ir. A.
Effendi Lubis. MMA sebagai ketua pembimbing dan Tina H Masitah, SP. Msi sebagai anggota pembimbing.
metode analisa data dilakukan dengan cara membahas masalah yang ada mengingat bahwa penelitian yang dilakukan
adalah penelitian deskriptif statistik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) keadaan biaya-biaya usaha berdagang sayur, seperti biaya bahan baku,
biaya retribusi dan biaya plastik, (2) pengaruh lokasi tempat berjualan di dalam dan di luar pasar terhadap terhadap harga jual,
(3) perbedaan pendapatan pedagang sayur wanita di dalam dan di luar pasar dan untuk mengetahui (4)besar kontribusi
pedagang sayur wanita yang berusaha/berjualan di pasar sukaramai. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah
metode rancangan acak sampel purposive (purposisive rondom sampling) yaitu sampel di tetapkan secara sengaja oleh peneliti
dan tidak melalui proses pemilihan dengan alasan bahwa responden tidak ada daftar pedagang di dinas pasar dan peneliti
mengambil langsung sampel yang dianggap sesuai dengan kriteria penelitian yang dilaksanakan.
Mengingat salah satu masalah yang ingin di analisis adalah pengaruh lokasi dan penerimaan terhadap pendapatan
usaha berdagang sayuran, maka penulis membagi sampel menjadi dua sub bagian. Teknik ini di sebut dengan pengambilan
sampel secara rancangan acak berstrata (stratified random sampling)yaitu dari populasi yang ada di ambil secara acak sebagai
sampel yang kemudian distratakan/dibagi berdasarkan kondisi yang ada seperti halnya pada penelitian bahwa lokasi usaha ada
yang di luar dan di dalam pasar.
Populasi yang terdapat pada daerah penelitian adalah sebanyak 60 orang pedagang sayur wanita (sensus pedagang di
pasar sukaramai) dan peneliti mengambil dari jumlah populasi yang ada yaitu menjadi 30 orang pedagang sampel, di
karenakan peneliti merasa bahwa jumlah tersebut sudah dapat mewakili karakteristik pedagang yang ada.
Biaya usaha pedagang sayuran yang paling besar di keluarkan selama satu bulannya adalah biaya untuk pembelian
bahan baku sayuran yang di ikuti dengan biaya transportasi, biaya pembelian pembungkus (plastik). Biaya usaha pedagang
sayuran yang paling sedikit yaitu biaya retribusi.
Lokasi usaha yanga berada di dalam pasar sukaramai tidak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang sayur wanita.
Rata-rata pendapatan pedagang sayur yang berlokasi di dalam pasar lebih kecil daripada berlokasi di luar pasar sukaramai.
Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan pedagang sayur yang berjualan di luar pasar dengan berjualan di
dalam pasar. Kemudian di uji dengan T-test Apabila – thit ˃ ttabel terima Ha tolak H0 maka hipotesis diterima (nyata) pada taraf
kepercayaan 95%.
Pendapat istri sebagai pedagang sayur wanita ternyata mampu memberikan kontribusi yang besar didalam
meningkatkan pendapatan keluarga.