ANALISIS EFESIENSI PEMASARAN GABAH/BERAS (ORIZA SATIVA L)
Abstrak
Pembangunan pertanian, khususnya pada sub sektor tanaman pangan merupakan salah satu
prioritas pembangunan nasional tahun 2005-2009. Prioritas ini penting, mengingat saat ini dan di
masa mendatang, pembangunan sektor pertanian masih menduduki posisi yang amat strategis.
Program peningkatan ketahanan pangan diarahkan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan
masyarakat di dalam negeri dari produksi pangan nasional. Berbagai upaya telah ditempuh
pemerintah melalui kegiatan pengamanan lahan sawah di daerah irigasi, peningkatan mutu
intensifikasi serta optimalisasi dan perluasan areal pertanian. Salah satu bahan pangan nasional
yang diupayakan ketersediaannya tercukupi sepanjang tahun adalah beras yang menjadi makanan
pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia (Kartono, 2012).
Sumber daya lahan di Kabupaten Serdang Bedagai sangat berpotensi untuk pengembangan
pertanian. Menurut laporan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Serdang Bedagai, luas
lahan sawah adalah 40.598 ha yang tersebar di 17 kecamatan, sedangkan lahan kering seluas
42.413 ha.dan lahan yang sementara tidak diusahakan seluas 50 ha. Untuk lahan sawah
berdasarkan jenis pengairannya diketahui bahwa lahan sawah yang berpengairan seluas 35.393
ha atau 87,18 persen dari total lahan sawah. Dari luasan tersebut lahan sawah mempunyai
peranan yang strategis dalam penyediaan program ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja
dan sumber pendapatan petani. Pengembangan padi sawah semakin meningkat terkait dengan
kebutuhan konsumsi beras dan meningkatnya jumlah penduduk. Oleh karena itu titik berat
perbaikan sumber daya lahan sawah banyak diperuntukkan untuk pemacuan peningkatan
produktivitas.
Tanah merupakan faktor produksi pertanian yang penting. Keseimbangan tanah dengan
kandungan bahan organik, mikro organisme dan aktivitas biologi serta keberadaan unsur-unsur
hara dan nutrisi sangat penting untuk keberlanjutan pertanian kedepan, begitu juga dengan
kesehatan manusia mempunyai hubungan langsung dengan kesehatan tanah.