MANYIKAPI BUDAYA SEKS BEBAS DAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH

Penulis

  • Corry Restuina Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara
  • Eliana Nadapdap Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara
  • Binariani Surbakti Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara
  • Maria Agatha Tamba Universitas Katholik Santo Thomas Medan
  • Gita Christy Saragih Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara
  • Junius Okta Fianus Sinaga Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara
  • Helen Rianti Br Silaen Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara
  • Meyci Amelia Br Barus Universitas Katolik Santo Thomas, Medan, Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.47662/pedagogi.v12i1.1378

Kata Kunci:

free sex, violence, adolescents, school environment, social and cultural issues

Abstrak

Fenomena seks bebas dan kekerasan di lingkungan sekolah merupakan permasalahan sosial dan budaya yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan nilai moral di kalangan remaja. Interaksi sosial yang semakin terbuka, pengaruh teman sebaya, intensitas penggunaan media sosial, lemahnya kontrol keluarga, serta minimnya pendidikan seksual yang komprehensif menjadi faktor utama yang mendorong munculnya perilaku menyimpang pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena seks bebas dan kekerasan di lingkungan sekolah dari perspektif sosial dan budaya, serta menganalisis faktor penyebab dan dampaknya terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan pendidikan remaja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seks bebas dan kekerasan di sekolah berdampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental remaja, mengganggu proses pembelajaran, serta mencerminkan lemahnya peran kontrol sosial. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter, pendidikan moral, serta pendidikan seksual yang sehat dan bertanggung jawab guna mencegah dan menanggulangi permasalahan tersebut.

Kata kunci: seks bebas, kekerasan, remaja, lingkungan sekolah, masalah sosial dan budaya.

Referensi

Agustiawan. (2022). Kekerasan seksual. Bandung: Media Sains Indonesia.

Amalina, I. D., & Masyithoh, S. (2024). Pendidikan seksual dalam pencegahan pelecehan seksual di sekolah dasar. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(10), 245–251.

Awaliah, S., Putri, N. D., Lestari, R. A., Sari, P., Puriani, R. A., & Novirson, R. (2025). Fenomena pergaulan bebas di kalangan remaja. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(2), 321–332.

Batu, L. A. L., Kabeakan, E., & Sari, C. K. (2025). Pendidikan seks anak di lingkungan sekolah: Tindakan pencegahan terhadap tindak kekerasan dan pelecehan seksual. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 3(3), 53–64.

Erikson, E. H. (1996). Identity: Youth and crisis. New York: W. W. Norton & Company.

Goldfarb, E. S., & Lieberman, L. D. (2021). Three decades of research: The case for comprehensive sex education. Journal of Adolescent Health, 68(1), 13–27.

Herzig van Wees, S., Fried, S., & Larsson, E. C. (2021). Arabic-speaking migrant parents’ perceptions of sex education in Sweden: A qualitative study. Sexual and Reproductive Healthcare, 28, 1–5.

Hurlock, E. B. (2003). Developmental psychology: A life-span approach. Boston: McGraw-Hill.

Khoori, E., Gholamfarkhani, S., Tatari, M., & Wurtele, S. K. (2020). Parents as teachers: Mothers’ roles in sexual abuse prevention education in Gorgan, Iran. Child Abuse & Neglect, 109, 104695..

McMurray, A. (2003). Community health and wellness: A socioecological approach. Sydney: Mosby.

Pratiwi, R. D., & Lestari, Y. D. (2019). Kurangnya pendidikan seks di kalangan remaja. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11(1), 33–40.

Putri, C. B., Aulia, F., Nabila, L. P., Pradipta, M. A., Zahra, M. A., & Supriyadi, T. (2025). Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja dan dampaknya terhadap perkembangan sosial. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 13(3), 91-100.

Ramadhani, N. J., Samad, S., & Latif, S. (2023). Perilaku Seks Bebas Pada Remaja Dan Penanganannya (Studi Kasus Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Kabupaten Pinrang). Pinisi Journal of Art, Humanity & Social Studies, 3(4), 74-86.

Safitri, S., & Wijayanti, A. T. (2024). Pendidikan karakter sebagai solusi untuk mencegah kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan: Studi literatur. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 2049-2058.

Santrock, J. W. (2012). Adolescence. New York: McGraw-Hill Education.

Suteja, J., & Riyadi, M. (2019). Revitalisasi Peran Orang Tua Dan Guru Dalam Memberikan Pendidikan Seks Pada Anak. Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak, 1(1), 38-50.

Wahyuni, D. (2018). Peran orang tua dalam pendidikan seks bagi anak untuk mengantisipasi LGBT. Quantum: Jurnal Ilmiah Kesejahteraan Sosial, 14(1), 23-32.

Wajdi, F., Wahyono, E., & Arif, A. (2021). Journal of Educational Science and Technology. Journal of Educational Science and Technology, 7(2), 155-162.

World Health Organization. (2008). Adolescent health. Geneva: WHO.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30

Cara Mengutip

Restuina, C., Nadapdap, E., Surbakti, B., Tamba, M. A., Saragih, G. C., Sinaga, J. O. F., … Barus, M. A. B. (2026). MANYIKAPI BUDAYA SEKS BEBAS DAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH. Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 12(1), 96–103. https://doi.org/10.47662/pedagogi.v12i1.1378