Eksistensialisme dalam Cerpen Tegak Lurus dengan Langit Karya Iwan Simatupang: Kajian Sartre dan Camus
DOI:
https://doi.org/10.47662/pedagogi.v12i2.1494Kata Kunci:
Albert Camus; eksistensialisme; Iwan Simatupang; Jean-Paul Sartre; Tegak Lurus dengan Langit.Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi eksistensialisme dalam cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupang berdasarkan perspektif Jean-Paul Sartre dan Albert Camus serta mengungkap persamaan dan perbedaan kedua perspektif tersebut dalam memaknai eksistensi tokoh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian berupa dialog, narasi, tindakan tokoh, peristiwa, dan simbol yang merepresentasikan konsep-konsep eksistensialisme. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, close reading, dan teknik pencatatan, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Jean-Paul Sartre merepresentasikan eksistensialisme melalui rangkaian faktisitas, kebebasan, pilihan, tanggung jawab, dan autentisitas, sedangkan perspektif Albert Camus merepresentasikannya melalui absurditas, keterasingan, revolt, penerimaan, dan pencarian makna. Analisis komparatif menunjukkan bahwa Sartre menempatkan kebebasan sebagai landasan pembentukan eksistensi, sementara Camus memandang absurditas sebagai titik awal pencarian makna hidup. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa model pembacaan komparatif yang mengintegrasikan perspektif Sartre dan Camus dalam mengungkap representasi eksistensialisme pada cerpen Indonesia. Temuan tersebut memperkaya kajian sastra berbasis filsafat eksistensial serta memperluas penerapan pendekatan komparatif dalam kritik sastra Indonesia modern.
Referensi
Barry, P. (2020). Beginning theory: An introduction to literary and cultural theory (4th ed.). Manchester University Press.
Camus, A. (1991). The myth of Sisyphus and other essays (J. O'Brien, Trans.). Vintage International. (Original work published 1942).
Camus, A. (1991). The rebel: An essay on man in revolt (A. Bower, Trans.). Vintage International. (Original work published 1951).
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Fitrahman, M., Haryadi, & Suyitno. (2022). Eksistensi tokoh dalam naskah drama RT Nol RW Nol karya Iwan Simatupang: Perspektif Albert Camus. Jurnal Sastra Indonesia, 11(3), 232–242.
Gosetti-Ferencei, J. A. (2020). On being and becoming: An existentialist approach to life. Oxford University Press.
Izzati, H., Layaly, F., & Erowati, R. (2025). Filsafat eksistensialisme yang dianut oleh Iwan Simatupang melalui karya Bulan Bujur Sangkar: Pendekatan ekspresif. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2), 403–417. https://doi.org/10.31002/transformatika.v9i2.2304
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Panjaitan, A. M., Hutasoit, I. H., & Sihombing, S. H. (2020). Analisis gaya bahasa pada cerpen Tegak Lurus dengan Langit karya Iwan Simatupang (Suatu tinjauan stilistika). Jurnal Sastra Indonesia (SASINDO), 9(2). https://doi.org/10.24114/sasindo.v9i2.21062
Ratna, N. K. (2021). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra. Pustaka Pelajar.
Sartre, J.-P. (2003). Existentialism is a humanism (C. Macomber, Trans.). Yale University Press.
Sartre, J.-P. (2007). Being and nothingness (H. E. Barnes, Trans.). Routledge. (Original work published 1943).
Simatupang, I. (1981). Tegak lurus dengan langit. Sinar Harapan.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wina Wulandari, Sri Muliati, Andi Syahputra Harahap, Fatimah Azzahra, Fadilla Agustin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



